Trip to Karimunjawa (Part 1)

Beautiful Karimunjawa

Beautiful Karimunjawa

Liburan kemaren, aku n temen-temen (Sanddy, Shien-shien, Maretha, Dania n Tinus) pergi liburan ke Kepulauan Karimunjawa, kita berangkat pagi-pagi dari Bandungan (karena aku n keluarga lagi liburan n nginap di bandungan) n Sanddy cs nyusul n nginep semalem juga di Bandungan, dan pagi-pagi kita musti berlalu dari Bandungan menuju Pelabuhan Tanjung Priok Semarang. Kapal ke Karimun berangkat pk 9.00 pagi dari pelabuhan dan kita musti mampir sebentar ke rumahku untuk taruh mobil dan beli nasi bungkus buat makan pagi. Sampai di Pelabuhan kita ketemu guide kita Pak Kris dari Travelindo, n beliau bagiin tiket untuk masuk ke kapal Kartini 1 yang membawa kita ke Karimun.

Di dalam kapal

Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Karimun kira-kira memakan waktu 4 jam tergantung besar kecilnya ombak, dan di dalam kapal sudah tersedia kantong-kantong plastik untuk jaga-jaga siapa tahu ada yang mabok laut. Kita berenam duduk di kelas executive yang ber-ac dan ada TV yang muterin lagu-lagu karaoke, anak-anak cewe (gw, Shien, Maretha, and Nia) duduk satu deret di sebelah kiri, Sanddy n Tinus di sebelah kanan. Kapal berangkat jam 9.00 pagi lebih sedikit. Di awal-awal perjalanan, aku, Sanddy n Shien-shien sempat keluar sebentar ke buritan dan melihat laut dari atas kapal, kemudian kami masuk lagi. Dan di dalam ruangan banyak orang pada mabok laut dan mengeluarkan “sound effect” yaitu : Hoooeeekkk…..ssooorrrr…..byoooorrr (huahahahhahaha) ditambah dengan “smell effect” dimana kita musti ati-ati supaya nggak ketularan. Di tengah-tengah perjalanan, Dania dan Maretha ngajakin keluar lagi, akhirnya anak-anak ce ber-4 keluar ke buritan. Disitu gw melihat pemandangan yang horrible, dimana orang-orang pada pucat, termasuk beberapa ABK. Then gw melihat ke arah laut n menikmati pemandangan laut. Waktu gw ngeliat ke laut sih oke-oke aja, tetapi begitu lihat lagi ke arah buritan kapal kepala gw langsung pusing banget n hampir-hampir mengeluarkan isi perut gw…(hiiyyy). Buru-buru gw masuk ke ruangan, tutup mata n berusaha untuk tidur. Tapi walaupun mata terpejam, tetep aja ga bisa tidur, apalagi “sound effect” semakin kenceng dan ramai disana-sini…gw semakin ga berani buka mata di sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya menjelang akhir perjalanan, gw bangun dan gw lihat kantong-kantong plastik yang tadi banyak digantung di dalam ruangan sudah pada habis…

Welcome to Karimun

Nyampe di Karimun

Nyampe di Karimun

Akhirnya, penumpang Kartini 1 sudah boleh keluar dari kapal, dan kita sempat terkagum-kagum melihat laut karimun yang bening n bersih, dan kita udah dijemput oleh mobil yang bakal bawa kita keliling Karimunjawa. Dari dermaga kita ke penginapan untuk taruh barang-barang. Kita menginap di rumah penduduk, dan memang kebanyakan rumah penduduk disitu dijadikan tempat homestay bagi para wisatawan yang datang ke Karimun. Perjalanan dari dermaga ke tempat homestay nggak jauh, kira-kira 5 menit. Sampai di tempat homestay, kita sudah disuguhin Sukun Goreng dan Teh manis panas oleh yang punya rumah. Duh…enak bangeettt…….. Dan kita taruh barang-barang di kamar masing-masing, gw se kamar ama Shien-shien, Maretha and Nia, and Sanddy sekamar ama Tinus. Setelah itu kita menyantap makan siang yang sudah disediakan oleh pemilik homestay, menu terdiri dari Ikan laut, Sayur dan Tempe. Setelah makan siang kita akan lanjut Sekeliling Karimun dengan mobil.
Sembari menunggu mobil datang kita melihat-lihat lingkungan sekitar, di depan homestay ada warung Indomie yang di depannya ada pohon jambu air. Ga tahan ngliat jambu merah-merah gw langsung ambil tu jambu n gw makan. Sanddy yang ngeliat gw makan jambu langsung nanya “Hoei, dapet darimana tu jambu ?” Dengan senang hati gw ambilin lagi jambu tetangga yg gw bagi ke temen-temen.
Di depan Homestay

Di depan Homestay

Jalan-jalan di Karimun

Setelah sopir datang, kita mulai jalan-jalan putar-putar Karimun, di Kerimun terdapat pemukiman Bugis, karena banyak pendatang dari Bugis ke Karimun, perjalanan ke Karimun sebenarnya juga bisa ditempuh memakai pesawat carteran, mungkin bagi yang berduit dan nggak mau menderita mendengarkan sound effect plus smell effect yang di kapal bisa mencapai Karimunjawa memakai pesawat carteran. Selain berangkat dari Semarang bisa juga berangkat dari Jepara tetapi waktu perjalanan lebih lama karena kapal yang dipakai bukan kapal cepat. Dari Jepara kira-kira 6 jam perjalanan.
Jalan-jalan kita mengunjugi rumah adat Bugis dan rumah adat Jawa yang dibangun oleh Dinas Pariwisata. Di dekat rumah adat itu ada sumur tua yang mengingatkan pada film The Ring – Sadako. Kita juga sempat mencicipi makanan khas Bugis yang gw lupa tuh apa namanya…kayak lemper, tapi dari ketan item di warung dekat pemukiman Bugis. Sepanjang jalan Pak Sopir juga menceritakan kisah-kisah mistis penduduk Bugis. Then, kita sampai di satu pantai, pantai pertama yang kita kunjungi, pantai itu sepi pengunjung, hanya ada penduduk sekitar yang sedang memancing cumi-cumi di dermaga.

Cumi-cumi

Cumi-cumi

Dari dermaga kita lihat pantai dengan banyak pohon kelapa, dan ada satu pohon kelapa yang menjorok ke laut, mungkin karena angin kencang. Segera kita menyusuri pantai ke tempat pohon kelapa itu.
NAT n the cocoNUT tree

NAT n the cocoNUT tree

Ternyata meniti di atas pohon kelapa ga segampang yang dibayangkan, sampe tengah-tengah rasanya syerem kalo ntar jatuh, soalnya pasti basah n saat itu kita ga bawa baju ganti. Akhirnya Nia and Shien mengikuti jejak gw bergaya di atas pohon kelapa.

Sok gaya bak Laskar Pelangi
Sok gaya bak Laskar Pelangi
Duh...ati-ati...jatooohhh...

Duh...ati-ati...jatooohhh...

Gak lupa gw memetik buah kelapa yang masih ada di pohon, mumpung metiknya gampang………n gara-gara petik tu buah kelapa baju gw jadi basah, karena waktu gw petik kelapanya nyemplung di aer dan nyiprat kemana-mana termasuk ke muka n badan gw. Temen-temen sempet ngetawain gw yang kengangguran pake petik-petik kelapa segala dan bawa-bawa tu kelapa ke mobil.
Nat, Shien n CocoNUT

Nat, Shien n CocoNUT

Pantai disitu bening, dan cukup bersih, dan ditumbuhi tanaman laut yang gw ga tau apa namanya, seperti biasa, menggunakan kamera Olympus Mju 725 kesayagan gw, gw ambil foto beberapa tanaman itu.
Ini tanaman apa yah?

Ini tanaman apa yah?

Setelah kita berlalu dari dermaga, kita menuju sebuah tempat yang baggguuuuuusssss baaaanngggeeettt namanya Nirvana Lodge. Disitu pantainya keeeerrreeeennn bangeet…. (to be continued)

3 Responses to “Trip to Karimunjawa (Part 1)”

  1. hai natalie,,aku andam.. aku mau tanya2 soal holiday trip kamu ke karimun jawa..

    kamu kesana pake travel? ato berangkat sendiri?? dan klo pake travel,,biayanya berapa??

    soalnya aku ada rencana mau kesana..tapi ga punya info sama sekali…

    thanx before…. :)

  2. Hallo, thanks banget atas kunjungannya, biaya kita ke Karimun per orang 680 ribu udah termasuk tiket pulang pergi naik kapal dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang – Pelabuhan Karimun, transport di Karimun, snorkeling n penginapan plus makan. Itu untuk 2 hari 1 malam. Nggak setiap hari ada kapal jurusan Semarang – Karimun, kapal Semarang – Karimun datang seminggu sekali. Ada juga rute yang Jepara – Karimun, tapi nggak pakai kapal cepat. Kita pake jasa travelindo.com
    thanks,

    Natalie

  3. Liburan uy….!!! jadi pengen

Leave a Reply

About Author

This is my Personal Website