Trip to Karimunjawa (Part 2)
- Jan 03, 2009
- No Comments


Kita melanjutkan perjalanan keliling Karimun ke tempat bernama Nirvana Lodge, yaitu resort yang ada di Karimun, disitu ada pantai yang baguuus banget, dan kita bisa melihat pantai dan laut dari atas bangunan yang terbuat dari kayu. Di tempat paling atas ada private room yang besaar banget, yang cocok buat honeymoon, hehehhee…. kita semua langsung jatuh cinta ama Nirvana, dan pengen melewatkan malam di Nirvana. Menjelang Sunset kita melanjutkan perjalanan menuju dermaga untuk ngeliat sunset. Disana kita melihat para nelayan yang siap-siap mau berangkat cari ikan.
Sayang sekali kita nggak berhasil meliha sunset karena tertutup awan. Yah, yang ada kita hanya foto-foto di dermaga.
Setelah itu kita kembali ke homestay, and barbeque-an ikan segar yang enak banget, lebih enak dari yang di restaurant, coz ikannya seger masaknya di dapur yang tradisional pakai kayu bakar…..nggak lupa aku minta sama bapak pemilik homestay untuk buka’in kelapa yang aku ambil di pantai tadi. Ternyata kelapanya masih muda n airnya manis dan segar……duh…nyesel kenapa cuman ambil 1 doang, ternyata enak bangeetttt…… then habis mandi n makan malam, kita kembali lagi ke Nirvana.
Nirvana Lodge
Kita bener-bener jatuh cinta ama Nirvana, pantainya bagus, tenang, yah emang sih buat penyuka surfing mungkin ini bukan tempat yang cocok, karena pantai atau laut disini tenang hampir tidak ada ombak. Disitulah perbedaan dengan pantai-pantai Laut Selatan yang ombak besar dan sering ada cerita orang hilang terseret ombak. Di Karimunjawa semua pantai tenang dan damai, dan juga bersih. Dari atas kita bisa melihat air yang bening sehingga bebatuan yang ada di dalamnya pun terlihat. Sayang saat kita datang malam di Nirvana, lampu yang menerangi pantai ga bisa dinyalain karena ada trouble, jadi situasi saat itu gelap, n kita memutuskan untuk nggak berlama-lama disitu, tapi kembali ke penginapan, tapi besok kita kembali lagi untuk ngeliat Sunrise. O ya, kita juga sempat ke tempat jual souvenir khas Karimunjawa, ya seperti biasa jual kaos yang ada gambar karimunjawa, trus ada juga kerajinan kayu, yaitu Kayu Dewandaru, tanaman khas Karimunjawa. Ada mitos yang bilang kalo kayu Dewandaru yang ada di kuburan atau makam ga boleh dibawa pulang, atau dibawa keluar dari Karimun, mungkin itu kayu dari pohon Dewandaru yang ada di makam Sunan Nyamplungan yang ada di Karimun.
Sampai di penginapan kita maen kartu sambil ngobrol di tengah suasana pedesaan yang sepi, dan nggak lupa kita makan indomi di warung depan, itung-itung jadi penglaris buat ibu yang jual, setelah itu kita tidur biar besoknya bisa bangun pagi ngeliat sunrise and snorkling. (to be continued)






Leave a Reply