Trip to Karimunjawa (Part 4)
- Jan 07, 2009
- No Comments


Perjalanan dari homestay ke dermaga ga jauh, kita jalan kaki menuju dermaga buat nantinya berlayar ke pulau n mulai senorkeling. Kita masuk ke kapal dan bersiap-siap untuk berangkat, aku sudah siap-siap bawa kamera pocket kesayanganku Olympus Mju 725 yang bisa untuk underwater. Saat itu langit nggak begitu cerah, langit keliatan berawan dan mau ujan, memang sih, kita nekad berangkat di bulan Desember yang resikonya hujan. Dan bener aja, saat mulai berlayar hujan turun, dan ajubileh…..duingiin bangettt…..kita semua kedinginan dan segera masuk ke perahu bagian dalam dengan tak lupa menyelamatkan barang-barang bawaan. Foto diatas diambil sebelum hujan turun, sebentar setelah foto, bress…..hujan turun.
Mancing Tongkol
God Bless us !, gak lama kemudian hujan berhenti, kita keluar lagi menikmati pemandangan laut, waktu itu aku duduk di atas perahu di bagian belakang, dan bapak-bapak Perahu ternyata lagi mancing. Salahsatu pak perahu kasi aku senar pancing dan bilang, “mbak, nanti kalo dapet ikan tarik yah..” Aku mulai excited n semangat. Rupanya mereka mancing ikan tongkol, dan kalo nggak salah tiap ikan ada musimnya sendiri, dan cara mancingnya pun beda-beda. Aku nggak tau persis umpan yang dipakai buat mancing ikan tongkol, tapi rasanya bukan umpan dari makhluk hidup kayak cacing, udang ato ikan kecil. Peralatannya juga sederhana, cuman senar ama umpan. Di tengah-tengah perjalanan kita memang lihat di laut banyak ikan tongkol yang berloncatan, dan bener, nggak lama kemudian satu ikan tongkol berhasil kita tangkap, dan aduuuuhhhh, nariknya susah bener….bikin tangan sakit, untung si Bapak minjemin aku sejenis sarung jari dari karet buat narik senar biar tangan gak sakit.
Snorkeling
Akhirnya, kita nyampe di tempat snorkeling, di Pulau Cemara, peralatan snorekeling sudah disiapkan, yang terdiri dari google alias kacamata berikut alat buat nafas, dan kaki katak and pelampung. Pertama aku berenang tanpa pelampung dan pakai kaki katak, tapi ternyata pakai kaki katak bikin gerak jadi ga bebas, kakiku jadi sering kram, dan tanpa menggunakan pelampung bikin aku jadi cepet capek, akhirnya aku pakai pelampung, tapi kaki katak tetep aku pakai karena katanya kalau ga pakai ntar kaki kena karang. Emang sih terumbu karang pada tajam dan bikin kaki kita luka-luka. Tapi akhirnya aku nekad copot kaki katak, karena bikin susah dan bolak-balik kakiku kram. Menurutku kalau sudah pakai pelampung ga perlu pakai kaki katak, kalau cape tinggal ngambang aja, toh ga bakal tenggelam. Pemandangan di bawah air Karimunjawa bener-bener amazing, terumbu karangnya masih banyak, dan malah ada beberapa ikan yang bisa diajak maen, ada ikan yang ngedeketin kita, mungkin pikirnya ini ikan kok besar banget and aneh banget, hehehehhehe……
Pak Tukang Perahu sempat memperingatkan juga mengenai karang yang boleh dipegang dan karang yang musti hati-hati. Pak Tukang Perahu bilang kalau ada karang yang warna kuning dan bentuknya seperti cemara musti hati-hati, karena itu beracun. Waduh, takut juga neh…..bagiku, pokoknya aku musti hati-hati lah, jangan sampai luka-luka. Pak Tukang Perahu juga bilang, karang yang bulat aman kalau kita mau berdiri disitu. Tetapi, si Sanddy sempat diperingatkan ama wisatawan bule yang juga sedang snorkeling, Si Sanddy mungkin karena capek karena ga kebagian pelampung berdiri di salahsatu karang, dan seorang cewek bule teriak ke dia : ” Don’t stand on the reef !!” Di dalem air kita juga bisa ketemu ama clown fish yang terkenal karena film Nemo. Sayangnya kita ga bawa roti or biskuit, katanya kalau ada roti or biskuit kita bisa kasi makan, n mereka bakal mendekat ke kita. Ternyata susah juga motret dalem aer, kalo pake blits ikan pada lari, kalo ga pake gambar jadi buram karena kurang cahaya. Tapi yah, pokoknya ceprat cepret aja lah. Aku musti hati-hati supaya kamera ga jatuh di bagian laut yang dalem.
Terumbu Karang
(to be continued…)












Leave a Reply